Skrining Kepatuhan Minum Obat sebagai Upaya Penguatan Pelayanan Kefarmasian bagi Pasien Hipertensi di UPTD Puskesmas Singkil
Keywords:
hipertensi, kepatuhan minum obat, MMAS-8, pengabdian masyarakat, puskesmasAbstract
Hipertensi memerlukan pengobatan jangka panjang, sehingga kepatuhan minum obat menentukan keberhasilan pengendalian tekanan darah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan melakukan skrining kepatuhan minum obat antihipertensi pada pasien rawat jalan di UPTD Puskesmas Singkil sebagai upaya penguatan pelayanan kefarmasian di tingkat layanan primer. Kegiatan dilaksanakan pada 20 Juni–20 Juli 2024 dan melibatkan 33 pasien hipertensi yang memenuhi kriteria inklusi dari populasi 50 pasien. Kepatuhan diukur menggunakan kuesioner Morisky Medication Adherence Scale delapan butir (MMAS-8) dengan penilaian standar (skor 0–8) dan dianalisis secara univariat. Sebanyak 32 pasien (97,0%) memiliki kepatuhan rendah, 1 pasien (3,0%) kepatuhan sedang, dan tidak ada pasien dengan kepatuhan tinggi. Perilaku ketidakpatuhan yang paling banyak dilaporkan adalah menghentikan obat ketika merasa sehat (93,9%), mengurangi atau menghentikan obat tanpa memberi tahu dokter karena merasa kondisi memburuk (90,9%), dan kesulitan meminum semua obat (100%). Seluruh peserta berusia 55–78 tahun. Hasil skrining menunjukkan perlunya intervensi berupa konseling kefarmasian, edukasi tentang terapi jangka panjang, strategi pengingat minum obat, dan pelibatan keluarga sebagai pendamping minum obat.
Downloads
References
Ezzati, M., Lopez, A. D., Rodgers, A., Vander Hoorn, S., & Murray, C. J. L. (2002). Selected major risk factors and global and regional burden of disease. The Lancet, 360(9343), 1347–1360.
Frianto, D., Rosalaia, R., & Amal, S. (2023). Analisis kepatuhan minum obat dan pengetahuan terhadap kualitas hidup pasien hipertensi di Puskesmas Karawang Kota. Jurnal Ilmiah Farmasi, 3(4), 129–140.
Hayes, T. L., Larimer, N., Adami, A., & Kaye, J. A. (2009). Medication adherence in healthy elders: Small cognitive changes make a big difference. Journal of Aging and Health, 21(4), 567–580.
Horne, R., Weinman, J., Barber, N., & Elliott, R. (2005). Concordance, adherence and compliance in medicine taking. National Co-ordinating Centre for NHS Service Delivery and Organisation R & D (NCCSDO).
Krousel-Wood, M., Islam, T., Webber, L. S., Re, R. N., Morisky, D. E., & Muntner, P. (2009). New medication adherence scale versus pharmacy fill rates in seniors with hypertension. American Journal of Managed Care, 15(1), 59–66.
Mangendai, Y., Rompas, S., & Hamel, R. (2017). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan berobat pada pasien hipertensi di Puskesmas Ranotana Weru. Jurnal Keperawatan, 5(1). https://doi.org/10.35790/jkp.v5i1.15829
Menteri Kesehatan RI. (2014). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 75 Tahun 2014 tentang Pusat Kesehatan Masyarakat. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Morisky, D. E., Ang, A., Krousel-Wood, M., & Ward, H. J. (2008). Predictive validity of a medication adherence measure in an outpatient setting. The Journal of Clinical Hypertension, 10(5), 348–354.
Osterberg, L., & Blaschke, T. (2005). Adherence to medication. The New England Journal of Medicine, 353(5), 487–497.
PDHI. (2019). Konsensus penatalaksanaan hipertensi 2019. Perhimpunan Dokter Hipertensi Indonesia.
Pramana, G. A., Dianingati, R. S., & Saputri, N. E. (2019). Faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan minum obat pasien hipertensi peserta Prolanis di Puskesmas Pringapus Kabupaten Semarang. Indonesian Journal of Pharmacy and Natural Product, 2(1), 52–58.
Rachman, A., Yochanan, E., Samanlangi, A. I., & Purnomo, H. (2024). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. CV Saba Jaya Publisher.
Rosidin, U., Shalahuddin, I., & Umar, S. (2018). Hubungan kemandirian keluarga dengan perawatan hipertensi pada keluarga binaan Puskesmas Sukaresmi Garut. Jurnal Keperawatan BSI, 6(1), 12–20.
Sudarman, Y., Mangudap, S. A., Tampake, R., Konoli, F. J., & Y.D., T. S. (2022). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan minum obat anti hipertensi pada pasien di wilayah kerja Puskesmas Salakan Kabupaten Banggai. Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI), 5(10), 1263–1268.
Sukma, A. N., Widjanarko, B., & Riyanti, E. (2018). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan pasien hipertensi dalam melakukan terapi di Puskesmas Pandanaran Kota Semarang. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 6(5), 687–695. https://doi.org/10.14710/jkm.v6i5.22125
Tambunan, F. F., Nurmayni, Rahayu, P. R., Sari, P., & Sari, S. I. (2021). Hipertensi si pembunuh senyap. Pusdikra Mitra Jaya.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Morika, Rosa Mardiana, Nurjannah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under Creative Commons Attribution 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (Refer to The Effect of Open Access).
